• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Depopulasi dengan Codex Alimentarius

 on 7 Oktober 2013  


Codex Alimentarius, adalah sebuah program dari puluhan atau bahkan ratusan program yang terdapat dalam agenda 21 NWO, atau yang biasa dikenal sebagai "New World Order" atau "Tatanan Dunia Baru" dibawah penguasaan Freemason dan illuminati. Program ini adalah salah satu alat untuk mencapai salah satu tujuan mereka yang lebih besar lagi, yaitu mengurangi jumlah penduduk dunia secara besar-besaran.
Codex Alimentarius merupakan program PBB (FAO dan WHO) yang dicanangkan sejak tahun 1963 dan secara intensif dilakukan pada awal abad 21. Tujuan Codex Alimentarius adalah membuat standar pangan bagi seluruh dunia.


Sekilas terlihat biasa saja, tidak ada hal yang bertentangan disini. terlebih lagi kedua lembaga tersebut bernaungkan PBB yang kita tahu bekerja demi perdamaian dunia. Jika ditelisik dari sejarah, PBB dan WHO sendiri didirikan oleh keluarga milyuner Rockefeller, yaitu salah satu tokoh freemason terkenal yang paling berpengaruh di dunia saat ini.
Berikut adalah uraian singkat poin-poin dalam Codex Alimentarius:
Mengendalikan nutrisi dalam makanan, Mengatur penggunaan bahan kimiawi dalam makanan, Mengatur pestisida yang digunakan untuk pertanian, Membuat standar prosedur baru dalam sistem keamanan dan kebersihan makanan, Mengatur bio-teknologi pangan (dalam hal ini rekayasa genetika sumber pangan), dan membuat standar prosedur penelitian makanan.
Dengan enam poin tersebut dapat kita simpulkan bahwa sistem pangan kita semuanya haruslah sesuai dengan segala kriteria yang mereka terapkan.
Berikut adalah garis besarnya:

1. Mengendalikan nutrisi dalam makanan
Dengan mengendalikan nutrisi makanan, mereka akan dapat menurunkan jumlah asupan gizi yang semestinya kita dapatkan. Ini mengingatkan kita dengan berbagai kasus tentang makanan kemasan yang tertulis bahwa memenuhi asupan gizi, namun ternyata jauh dari jumlah yang seharusnya kita dapatkan. Ini dapat menyebabkan berbagai macam penyakit mulai dari kekurangan gizi, penurunan sistem kekebalan, hingga penurunan kecerdasan.

2. Mengatur penggunaan bahan kimiawi dalam makanan
Sering kita mendengar nama-nama seperti Flouride, Monosodium/Monoatrium Glutamat (MSG), Aspartame, dll. Terkandung dalam makanan kemasan yang kita makan. Kandungan-kandungan kimiawi tersebut nyatanya adalah kandungan berbahaya bagi tubuh kita. Penyakit-penyakit seperti kanker, penyakit ginjal, penyakit lever, dan stroke banyak disebabkan karena mengkonsumsi kandungan-kandungan ini.
Sebenarnya sudah banyak para ahli gizi dan makanan menolak adanya kandungan-kandungan kimiawi berbahaya tersebut, namun entah mengapa WHO dan FAO selalu mengeluarkan pernyataan bahwa kandungan tersebut tidak berbahaya. Perusahaan-perusahaan NWO yang bergerak di bidang makanan bahkan dengan sengaja mencampurkan bahan-bahan tersebut ke produk mereka..

3. Mengatur pestisida yang digunakan untuk pertanian dan perternakan
Bila kita mempelajari sejarah kita pun akan tahu bahwa dahulu nenek moyang kita sudah menemukan berbagai macam tehnik untuk mengusir atau membunuh hama dengan cara yang ramah lingkungan dan tidak mencemari hasil panen, maka kita tidak harus menggunakan pestisida kimiawi berbahaya untuk bertani. Tetapi, seperti yang sekarang kita lihat petani-petani kita justru tergantung kepada pestisida berbahaya tersebut.
mungkin karena rekayasa genetika hama tanaman melalui pestisida itu sendiri sehingga mereka banyak melakukan penelitian di bidang pertanian. Mereka mengambil sampel hama di berbagai pertanian dan perternakan, untuk kemudian mereka buat pestisidanya yang hanya bertahan sesaat untuk mengusir hama. Tidak hanya itu, mereka juga mencampurkan zat-zat beracun yang dapat meracuni tanaman pertanian, bahkan racun tersebut dapat bertahan hingga masuk ke dalam tubuh siapa saja yang memakannya. Tentu saja selain manusia tercemar racun tersebut, para hewan ternak yang memakannya juga akan tercemar, yang nantinya juga dagingnya akan dimakan manusia. Pestisida juga menyebabkan air dan tanah di sekitarnya ikut tercemar, dan racun itu dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.

4. Membuat standar prosedur baru dalam sistem keamanan dan kebersihan makanan
Ini sangat berhubungan dengan point-point di atas. Dengan kewenangan yang amat luar biasa untuk dapat mengatur standar sistem keamanan dan kebersihan makanan, mereka akan dapat melabeli makanan yang seharusnya berbahaya menjadi tidak berbahaya.
Selain itu mereka juga akan dapat mengendalikan prosedur kandungan apa sajakah yang tidak perlu ditampilkan dalam label komposisi makanan, padahal ada dalam makanan tersebut. Inilah yang akan sangat merugikan bagi manusia. Standar kebersihan makanan juga dapat menyebabkan makanan tercemar bakteri.

5. Mengatur bio-teknologi pangan (rekayasa genetika sumber pangan)
Banyak para ilmuwan ahli genetika yang menolak untuk merekayasa sumber pangan, baik itu sumber nabati maupun hewani. Alasannya hanya satu, bahwa itu sangat berbahaya bagi manusia maupun hewan yang mengkonsumsinya, dan sudah banyak penelitian yang membuktikan bahaya tersebut. Mengapa berbahaya? Karena DNA tumbuhan dan hewan yang direkayasa telah melenceng dari standar genetik yang telah Tuhan tetapkan. Pada dasarnya Tuhan telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini menurut ukurannya.

Source:
(Esoteric agenda)
(Zeitgeist movies)


Depopulasi dengan Codex Alimentarius 4.5 5 DanD 7 Oktober 2013 Codex Alimentarius, adalah sebuah program dari puluhan atau bahkan ratusan program yang terdapat dalam agenda 21 NWO, atau yang biasa ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembaca yang bijak selalu meninggalkan jejak dengan berkomentar.
REGARDS

Terima Kasih Telah Datang

J-Theme